Blog
Teknis

Apa Itu Website? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

7 menit baca
Akbar Aditama

Akbar Aditama

Fullstack Engineer

Apa Itu Website? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Apa itu website? Website adalah kumpulan halaman yang bisa kamu buka lewat internet, mirip seperti toko atau kantor, tetapi berada di dunia online. Setiap website punya alamat sendiri, misalnya jadiweb.id, dan kamu cukup mengetiknya di browser seperti Chrome atau Safari untuk melihat isinya, tanpa memasang aplikasi apa pun. Dalam bahasa Indonesia, website juga disebut situs web.

Panduan ini menjelaskan pengertian website, jenisnya, dan cara kerjanya. Setelah itu kita lihat bagaimana website dibuat dan dikelola, bagaimana orang menemukannya, bagaimana ia menerima pembayaran, dan biaya yang perlu disiapkan. Di beberapa bagian, kami bahkan menyertakan data dari website yang kami kelola sendiri.

Apa Itu Website, dan Apa Bedanya dengan Halaman Web?

Cara paling mudah memahaminya adalah dengan membayangkan sebuah toko. Website adalah tokonya secara keseluruhan: ada etalase, rak produk, meja kasir, dan papan informasi. Setiap bagian itu adalah satu halaman web, misalnya halaman beranda, halaman layanan, atau halaman kontak. Toko itu punya alamat supaya orang bisa datang, dan alamat itulah yang disebut domain. Bangunan tempat toko berdiri dan menyimpan semua isinya adalah server.

Jadi halaman web adalah satu tampilan yang muncul di browser, misalnya satu artikel atau satu halaman kontak. Website adalah kumpulan halaman itu di bawah satu domain, saling terhubung lewat tautan atau link. Artikel yang sedang kamu baca adalah satu halaman web, dan seluruh jadiweb.id adalah websitenya.

Alamat sebuah halaman terdiri dari beberapa bagian. Ambil contoh https://jadiweb.id/blog/apa-itu-website:

  • https adalah protokol, aturan yang dipakai browser dan server untuk berkomunikasi. Versi dengan huruf s menambah lapisan keamanan dan privasi dibanding http biasa.

  • jadiweb.id adalah nama domain, alamat website secara keseluruhan.

  • /blog/apa-itu-website adalah path, lokasi halaman tertentu di dalam website itu.

Apa Saja Jenis-Jenis Website?

Cara paling dasar membedakan website adalah dari bagaimana halamannya dibuat.

Website statis isinya tidak dimaksudkan berubah secara berkala. Halamannya sudah jadi saat diunggah ke server, jadi server tinggal mengirimkannya ke pengunjung. Contohnya company profile atau portofolio sederhana yang jarang diubah.

Website dinamis halamannya dibuat saat ada pengunjung yang mengaksesnya. Server memakai bahasa pemrograman dan biasanya database untuk menyusun isinya. Karena itu isinya mudah diperbarui, misalnya lewat dashboard admin. Contohnya situs berita, blog, dan toko online.

Kedua jenis ini tidak saling meniadakan. Company profile bisa statis, sedangkan toko online hampir pasti dinamis karena stok, harga, dan pesanan terus berubah.

Dari sisi tujuan, jenis yang paling sering dijumpai:

  • Company profile: memperkenalkan bisnis, layanan, dan kontak.

  • Toko online: menampilkan produk dan menerima pesanan.

  • Blog atau media: menerbitkan tulisan secara rutin.

  • Portofolio: memamerkan hasil kerja seseorang atau tim.

  • Landing page: satu halaman untuk satu tujuan, misalnya pendaftaran atau satu produk.

Contoh rincian biaya untuk jenis company profile ada di artikel biaya website company profile.

Bagaimana Cara Kerja Website?

Saat kamu mengetik alamat, browser mencari lokasi server website itu, meminta salinan halamannya, lalu menampilkannya. Langkahnya:

  1. Kamu mengetik alamat di browser. Browser berperan sebagai client, pihak yang meminta.

  2. Browser bertanya ke DNS (Domain Name System). DNS bekerja seperti buku alamat: ia menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, lokasi server yang sebenarnya.

  3. Browser mengirim permintaan HTTP ke server itu, meminta salinan halaman.

  4. Kalau permintaan disetujui, server membalas dengan kode 200 OK dan mengirim isi halaman.

  5. Browser merangkai kiriman itu dan menampilkannya sebagai halaman yang kamu lihat.

Diagram alur request website JadiWeb dari pengunjung, melalui cache Varnish, ke worker, sampai response ditampilkan

Diagram di atas adalah contoh alur di website yang kami kelola, dengan satu lapisan tambahan di tengah yang dijelaskan di bawah.

Tiga istilah yang sering muncul di alur ini:

  • Domain adalah alamat dalam bentuk kata. Deretan angka IP sulit diingat, jadi domain dibuat supaya manusia cukup mengingat nama.

  • Server dan hosting. Server web adalah komputer, atau perangkat lunak di dalamnya, yang menyimpan berkas website dan melayani permintaan lewat HTTP atau HTTPS. Hosting adalah layanan menyewa tempat di server seperti itu.

  • Cache adalah salinan sementara dari halaman yang sudah pernah dibuat. Kalau halaman sudah tersimpan, server bisa langsung mengirimnya tanpa menyusunnya dari awal.

Di website yang kami kelola, kami memasang Varnish sebagai cache di depan sistem. Kami juga menguji website kami dengan k6: 100 pengunjung virtual bersamaan selama 5,5 menit menghasilkan 7.688 request tanpa satu pun gagal, dan 95% request selesai di bawah 17,37 milidetik. Batasannya kami jelaskan di artikel hasil stress test.

Bagaimana Website Dibuat dan Dikelola?

Ada tiga cara umum membuat website:

  • Menulis kode sendiri. Kontrolnya penuh, tetapi butuh keahlian pemrograman.

  • Memakai website builder atau CMS. Kamu memilih templat lalu menyunting isinya lewat editor tanpa menulis kode.

  • Meminta AI menulis kodenya. Kamu menjelaskan keinginan dalam bahasa sehari-hari, lalu AI yang menulis kode. Cara ini populer disebut vibe coding.

Kami sendiri pernah mencoba cara ketiga yaitu membuat website portofolio dengan Claude Code dan Next.js, lalu menaruhnya online di Vercel dalam sekitar 25 menit. Langkah-langkahnya, dari menyiapkan brief sampai website bisa dibuka orang lain, kami tulis lengkap di artikel vibe coding.

Soal pengelolaan, website dinamis biasanya punya dashboard admin untuk mengubah isi tanpa menyentuh kode. Cara lain yang mulai populer adalah menghubungkan AI langsung ke website lewat MCP, sehingga kamu bisa meminta AI membaca artikel yang sudah terbit, menulis draf, atau merapikan banyak halaman lewat chat. Draf dari AI tetap perlu dibaca manusia sebelum terbit, dan izin akses sebaiknya dibatasi. Penjelasan dan batas amannya ada di artikel tentang AI agent dan MCP.

Bagaimana Website Ditemukan Orang dan Menerima Pembayaran?

Website yang sudah online belum tentu ditemukan orang. Kebanyakan pengunjung datang lewat mesin pencari seperti Google, dan upaya membuat website lebih mudah ditemukan di sana disebut SEO (search engine optimization).

Kami pernah mengamati seperti apa halaman pertama Google untuk usaha lokal. Dari 77 hasil untuk 10 pencarian seperti "bengkel motor Jogja" dan "toko kue Bandung", 27 adalah website milik bisnis dan 27 lainnya akun media sosial. Jadi website memang punya tempat di halaman satu, tetapi tidak untuk semua jenis usaha. Hasil pengamatan lengkap dan langkah memulai SEO untuk website baru ada di artikel apa itu SEO.

Kalau websitemu menjual produk atau menerima booking berbayar, kamu juga butuh payment gateway, yaitu layanan yang memproses pembayaran pembeli lewat virtual account, QRIS, kartu, atau e-wallet. Dua penyedia yang populer di Indonesia adalah DOKU dan Xendit, dan perbandingan biayanya bisa kamu baca di artikel Xendit vs DOKU. Selain memilih penyedia, kamu juga perlu menyiapkan persyaratan yang diminta, misalnya NPWP. Kami sendiri pernah tertahan di tahap ini karena NPWP klien belum berformat 16 digit, dan ceritanya kami tulis di artikel ini.

Berapa Biaya Punya Website?

Biaya website terbagi dua kantong: biaya sekali bayar untuk desain dan pembuatan, serta biaya berulang tiap tahun untuk domain, hosting, email, dan perawatan. Banyak orang hanya membandingkan kantong pertama, padahal kantong kedua baru terasa di tahun kedua.

Contohnya hosting. Pada penyedia yang kami cek per Oktober 2026, harga yang tampil murah di awal bisa naik sekitar tiga sampai empat kali lipat saat perpanjangan. Karena itu tanyakan harga perpanjangan, bukan harga promo. Rinciannya ada di artikel biaya website company profile.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa bedanya website dan blog?

Blog adalah salah satu jenis website, biasanya berisi tulisan yang disusun menurut tanggal terbit. Website yang lebih luas bisa berisi blog, halaman layanan, toko, dan bagian lain.

Apa bedanya domain dan hosting?

Domain adalah alamat website, sedangkan hosting adalah tempat berkas website disimpan di server. Keduanya dibutuhkan, dan keduanya biasanya ditagih tiap tahun.

Apakah website bisa dibuat gratis?

Bisa untuk belajar, tetapi hampir selalu ada batasnya. Contohnya, paket gratis Vercel dibatasi untuk pemakaian pribadi dan non-komersial menurut dokumentasinya. Domain pun tetap berbayar kalau kamu ingin alamat sendiri.

Apakah harus bisa coding untuk membuat website?

Untuk website sederhana, tidak harus. Website builder dan AI bisa membantu. Tetapi hasilnya tetap perlu kamu periksa sendiri, karena AI bisa salah.

Apakah website sama dengan aplikasi?

Tidak selalu sama. Website umumnya dibuka lewat browser dan berisi informasi atau layanan, sedangkan aplikasi web lebih interaktif dan mengolah data pengguna. Batas keduanya tidak selalu tegas.

Batasan Artikel Ini

  • Definisi dan cara kerja website bersumber dari dokumentasi MDN Web Docs dan Wikipedia bahasa Indonesia. Halaman Wikipedia itu menandai dirinya butuh rujukan tambahan, jadi kami memakainya hanya untuk definisi umum, seperti jenis website statis dan dinamis serta bagian alamat.

  • Hasil uji k6 berasal dari satu sesi internal dengan beban stabil, bukan audit pihak ketiga. Ia tidak menguji lonjakan mendadak, serangan, atau uptime jangka panjang.

  • Pengamatan 77 hasil pencarian dilakukan satu hari untuk 10 pencarian pilihan kami. Itu bukan sampel acak, dan klasifikasinya kami lakukan sendiri.

  • Contoh vibe coding dibuat satu kali, jadi waktu dan hasilnya bisa berbeda untukmu.

  • Artikel ini tidak membahas keamanan website secara rinci.

Sumber