Cari "harga website company profile" di Google, dan kamu bakal ketemu penawaran dari sekitar Rp1,5 juta sampai Rp25 juta, bahkan ada yang menawarkan mulai Rp500 ribuan. Semuanya ngaku bikin company profile, dan sering kali jumlah halamannya mirip. Wajar kalau bingung harus percaya yang mana.
Selisihnya bukan karena satu pihak pasti menipu. Sebagian besar karena angka-angka itu menghitung hal yang berbeda. Ada yang sudah termasuk domain dan hosting, ada yang cuma desain, ada yang belum menghitung biaya tahun kedua. Artikel ini memisahkan semuanya per komponen, supaya kamu bisa membandingkan dengan adil.
Soal sumber, kami jujur di awal. Harga domain, hosting, dan email kami cek langsung ke halaman penyedianya. Harga jasa pembuatan, perawatan, dan SEO kami kumpulkan dari beberapa vendor yang mempublikasikan daftar harganya, jadi anggap itu kisaran, bukan harga resmi. Semua angka per Oktober 2026 dan bisa berubah.
Harga Website Itu Dua Kantong, Bukan Satu
Biaya website terbagi dua. Kantong pertama dibayar sekali: jasa desain dan pembuatan. Kantong kedua ditagih berulang tiap tahun: domain, hosting, email, dan perawatan.

Kebanyakan orang cuma membandingkan kantong pertama. Padahal kantong kedua besarnya hampir sama siapa pun yang membuat websitemu, dan baru terasa di tahun kedua. Di bagian simulasi nanti kelihatan kenapa ini penting.
Kantong Pertama: Yang Dibayar Sekali
Dari daftar harga yang dipublikasikan beberapa vendor, jasa pembuatan company profile terbagi dalam tiga tingkat. Paket basic berbasis template, sekitar 5 sampai 7 halaman, di kisaran Rp1,5 sampai 3 juta. Paket standar semi custom, 10 sampai 15 halaman dengan panel admin, Rp3 sampai 7 juta. Paket premium dengan desain full custom Rp7 sampai 20 juta. Contoh daftar harganya bisa dilihat di Next IT, Malang Creative, dan JasaCompro.
Vendor lain menaruh angkanya lebih tinggi. Ada yang menyebut Rp8 sampai 25 juta untuk 5 sampai 10 halaman, dan ada paket korporat yang mulai Rp35 juta. Kalau semua daftar itu ditumpuk, zona yang paling sering tumpang tindih untuk company profile UKM ada di sekitar Rp4 sampai 8 juta.
Dari mana selisihnya? Yang paling menentukan adalah jumlah halaman dan fitur, apakah desainnya template atau dibuat dari nol, dan apakah domain, hosting, dan konten sudah ikut dihitung. Kalau ada penawaran yang jauh di bawah Rp1,5 juta, biasanya itu template dengan ganti logo dan warna. Kalau ada yang di atas Rp20 juta untuk company profile biasa, minta alasan spesifiknya: multi bahasa, integrasi sistem, atau apa.
Ada tiga biaya yang sering tidak masuk hitungan dan perlu kami akui apa adanya: desain custom, penulisan teks (copywriting), dan foto profesional. Untuk tiga hal ini kami tidak menemukan patokan harga lokal yang bisa diverifikasi, dan data luar negeri tidak relevan untuk pasar kita, jadi kami tidak menuliskan angkanya. Yang bisa kami sarankan cuma cara menghitungnya: tanya vendor berapa halaman yang teksnya mereka tulis, berapa kali revisi, dan berapa foto yang termasuk. Kalau jawabannya samar, anggap itu belum termasuk.
Kantong Kedua: Yang Ditagih Tiap Tahun
Domain. Sebagai contoh, di salah satu registrar lokal, domain .com tercatat Rp139 ribu untuk tahun pertama dan Rp209 ribu per tahun setelahnya, sementara domain .id Rp99 ribu untuk periode awal (minimal 2 tahun) lalu Rp199 ribu per tahun. Harga itu dicatat di halaman perbandingan whtop. Anggarkan Rp150 sampai 250 ribu per tahun.
Waspadai harga promo. Di halaman domain Hostinger, .com ditampilkan Rp109.900 untuk tahun pertama, tapi dengan syarat durasi tiga tahun. Yang penting bukan harga tahun pertama, tapi harga perpanjangan.
Hosting. Ini yang paling sering mengejutkan. Di halaman hosting Hostinger, paket Premium tampil Rp24.900 per bulan dan Unlimited Rp38.900 per bulan. Tapi harga itu berlaku untuk langganan 48 bulan di muka, dan biaya perpanjangannya Rp84.900 dan Rp121.900 per bulan. Artinya setelah promo habis, harganya sekitar tiga sampai empat kali lipat. Harga-harga itu juga belum termasuk PPN.

Untuk company profile, anggarkan Rp1 sampai 1,5 juta per tahun, dihitung dari harga perpanjangan. Paket yang lebih besar seperti cloud atau VPS memang ada, tapi kebanyakan company profile tidak membutuhkannya.
SSL. Sertifikat keamanan, yang bikin alamat websitemu berawalan https, sekarang sudah gratis di banyak paket hosting. Kalau ada vendor yang menagihnya terpisah dengan harga ratusan ribu, tanyakan kenapa.
Email bisnis. Email dengan nama domain sendiri, misalnya nama@perusahaanmu.com, biasanya sudah ada gratis di paket hosting untuk satu sampai beberapa kotak surat. Kalau kamu mau ekosistem Google, Workspace Business Starter $7 per pengguna per bulan dengan komitmen tahunan, atau $8,40 kalau bayar fleksibel. Dengan kurs sekitar Rp17.700 per dolar di pertengahan September 2026, itu sekitar Rp1,5 juta per pengguna per tahun. Hati-hati dengan harga $5,04 yang muncul di halaman Google, karena itu harga perkenalan 12 bulan untuk pelanggan baru, bukan harga normalnya.
Perawatan. Website tetap butuh dirawat: update keamanan, backup, perbaikan kecil. Patokan yang umum adalah 10 sampai 15 persen dari biaya pembuatan per tahun, dan ulasan biaya website 2026 di Olakses menyebut rata-rata sekitar 20 persen. Untuk website yang dibuat Rp5 juta, itu sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per tahun. Panduan perawatan Hostinger memberi gambaran lain soal rentang biaya perawatan, dari yang paling sederhana sampai yang kompleks.
SEO sengaja tidak kami masukkan ke hitungan dasar. Itu layanan terpisah yang harganya sangat lebar, dan agensi SEO menaruh angka Rp5 sampai 15 juta per bulan untuk UKM. Perlu diingat itu harga jualan agensi. Website yang sudah online tidak otomatis butuh SEO berbayar.
Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanyakan
Beberapa biaya baru muncul setelah kesepakatan: revisi di luar jumlah yang dijanjikan, biaya serah terima saat website mau dipindah ke pihak lain, dan perbaikan darurat kalau website bermasalah tengah malam. Semuanya sering disebut di panduan harga vendor.
Satu lagi yang sering terlewat adalah PPN. Untuk jasa non mewah, tarif 12 persen dikalikan dasar pengenaan 11/12, sehingga yang dibebankan tetap setara 11 persen. Penjelasannya ada di situs DJP. Beberapa vendor mencantumkan harga paket belum termasuk PPN, jadi total tagihannya bisa lebih tinggi dari angka di brosur. Tanyakan apakah vendor memungut PPN dan apakah harga sudah termasuk.
Simulasi: Berapa Total Tiga Tahun?
Kita pakai kisaran tadi: domain Rp150 sampai 250 ribu per tahun, hosting Rp1 sampai 1,5 juta per tahun, dan perawatan 10 sampai 20 persen dari biaya pembuatan mulai tahun kedua. Asumsi terakhir ini milik kami, dengan anggapan tahun pertama biasanya masih masa garansi. Belum termasuk PPN, teks, foto, dan SEO.
- Website hemat berbasis template (biaya pembuatan Rp1,5 sampai 3 juta): tahun pertama sekitar Rp2,7 sampai 4,8 juta, tahun berikutnya Rp1,3 sampai 2,4 juta per tahun, total tiga tahun sekitar Rp5,3 sampai 9,5 juta.
- Website standar semi custom (Rp4 sampai 8 juta): tahun pertama sekitar Rp5,2 sampai 9,8 juta, tahun berikutnya Rp1,6 sampai 3,4 juta per tahun, total tiga tahun sekitar Rp8,3 sampai 16,5 juta.
- Website custom penuh (Rp8 sampai 20 juta): tahun pertama sekitar Rp9,2 sampai 21,8 juta, tahun berikutnya Rp2 sampai 5,8 juta per tahun, total tiga tahun sekitar Rp13 sampai 33 juta.

Perhatikan satu pola. Website hemat memang murah di depan, tapi domain dan hosting-nya tetap sama dengan website yang lebih mahal. Di paket hemat, biaya berulang itu bisa menguasai hampir separuh total tiga tahun. Jadi selisih harga di depan jauh lebih kecil dari kelihatannya, dan yang jauh lebih menentukan adalah apa yang kamu dapat untuk uang itu.
Pertanyaan yang Perlu Diajukan Sebelum Bayar
- Harga ini sudah termasuk PPN atau belum?
- Domain dan hosting didaftarkan atas nama siapa, dan siapa yang memegang aksesnya?
- Berapa harga hosting dan domain di tahun kedua, bukan harga promo?
- Berapa kali revisi yang termasuk, dan berapa biaya revisi berikutnya?
- Teks dan foto siapa yang menyiapkan, dan apakah sudah termasuk harga?
- Perawatan mencakup apa saja, dan berapa per bulan atau per tahun?
- Kalau suatu hari websitenya mau dipindah, bagaimana proses serah terimanya dan apakah ada biayanya?
Cara Menilai Penawaran
Jangan mulai dari angka paling murah, dan jangan juga menganggap angka paling mahal pasti lebih baik. Mulai dari pertanyaan: apa saja yang termasuk, apa yang belum, dan berapa total yang kamu bayar di tahun ketiga. Penawaran yang bisa menjawab ketiganya dengan rinci biasanya lebih bisa dipercaya daripada yang cuma menunjukkan satu angka bulat.
Sumber Data dan Cara Kami Mengumpulkannya
Semua harga dicek per Oktober 2026 dan bisa berubah. Harga domain, hosting, dan email diambil dari halaman penyedianya sendiri. Harga jasa pembuatan, perawatan, dan SEO dikumpulkan dari vendor yang mempublikasikan daftar harganya, sehingga angkanya perlu dibaca sebagai kisaran. Data harga foto profesional, penulisan teks, dan desain custom untuk pasar Indonesia tidak kami temukan dalam bentuk yang bisa diverifikasi.