Apa itu landing page? Landing page adalah halaman web tempat pengunjung "mendarat" setelah mengklik sesuatu, biasanya iklan, tautan di email, atau tautan di media sosial. Halaman ini dirancang untuk mengajak mereka melakukan satu tindakan, misalnya menghubungi lewat WhatsApp, mendaftar, atau membeli. Bantuan Google Ads mendefinisikannya sebagai halaman yang dituju orang setelah mengklik iklanmu. Yang membedakannya dari halaman biasa bukan teknologinya, tetapi tujuannya yang tunggal.
Panduan ini menjelaskan pengertian landing page, bedanya dengan beranda dan website, jenis, bagian-bagiannya, kesalahan umum, dan cara mengukurnya. Kami juga menambahkan data yang kami kumpulkan sendiri: struktur 12 halaman jasa yang tampil di hasil Google Indonesia untuk enam pencarian, lengkap dengan hasil uji kecepatan di PageSpeed Insights.
Apa Itu Landing Page, dan Apa Bedanya dengan Beranda dan Website?
Landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan, sedangkan beranda adalah pintu depan website yang melayani banyak tujuan sekaligus. Website sendiri adalah kumpulan halaman di bawah satu domain, seperti dijelaskan di artikel apa itu website.
Cara mudah membayangkannya adalah toko. Website adalah tokonya secara keseluruhan: ada etalase, rak, dan kasir. Beranda adalah etalase utama yang menyambut semua orang dan mempersilakan mereka menuju rak mana pun. Landing page adalah poster promo satu produk di depan toko, dengan satu panah yang menunjuk ke kasir.
- Jumlah tujuan: beranda punya banyak, landing page punya satu.
- Menu navigasi: beranda biasanya punya menu ke seluruh bagian website, landing page biasanya dibuat dengan sedikit menu atau tanpa menu supaya pengunjung tidak berbelok.
- Ajakan bertindak: beranda mengarahkan ke banyak halaman, landing page mengulang satu jenis ajakan.
Google Ads menilai apa yang disebutnya pengalaman landing page dari beberapa hal, di antaranya kegunaan dan relevansi informasi, kemudahan navigasi, jumlah tautan di halaman, dan kesesuaian dengan harapan pengunjung berdasarkan iklan yang mereka klik. Penilaian itu bagian dari Quality Score iklan. Kami tidak menemukan keterangan bahwa kriteria yang sama dipakai untuk peringkat di hasil pencarian biasa.
Apakah Landing Page Harus Terpisah dari Website?
Tidak harus. Landing page boleh berupa halaman biasa di domain yang sama dengan websitemu, atau di subdomain, seperti dijelaskan di artikel apa itu domain. Secara teknis ia hanya halaman web. Yang membuatnya landing page adalah cara ia dirancang dan ke mana ia dipakai.
Apa Fungsi Landing Page?
Fungsi utama landing page adalah mengubah kunjungan menjadi satu tindakan yang bisa dihitung. Karena tujuannya satu, kamu mudah mengetahui apakah halamannya berhasil: berapa orang yang mengklik tombol WhatsApp, mengisi formulir, atau membeli.
Fungsi kedua adalah mencocokkan janji dengan isi. Orang yang mengklik iklan "jasa cuci karpet" berharap langsung melihat jasa cuci karpet, bukan beranda yang memuat sepuluh layanan lain. Bantuan Google Ads menyebut harapan pengunjung berdasarkan iklan sebagai salah satu faktor penilaian halaman.
Apa Saja Jenis Landing Page?
Jenis landing page paling mudah dibedakan dari tindakan yang diminta. Pembagian berikut kami sederhanakan dan bersifat umum, bukan klasifikasi resmi dari Google.
- Pengumpul kontak: tujuannya mendapat nomor atau pesan calon pelanggan, lewat formulir singkat atau tombol WhatsApp. Cocok untuk klinik, kursus, dan jasa panggilan.
- Pengarah: menjelaskan sebentar lalu mengarahkan ke halaman lain, misalnya halaman pembayaran.
- Penjualan: halaman panjang yang meyakinkan lalu menjual langsung, umum untuk produk tunggal atau pendaftaran kelas.
- Ucapan terima kasih: halaman setelah tindakan selesai. Berguna karena kunjungan ke halaman ini bisa dihitung sebagai tanda ada yang berhasil mendaftar.
- Prapeluncuran: mengumpulkan daftar tunggu sebelum produk atau layanan dibuka.
Apa Saja Bagian Landing Page?
Unsur yang paling sering muncul di sampel kami adalah tombol ajakan berlabel (11 dari 12 halaman), harga (9 dari 12), dan tanya jawab (8 dari 12). Kutipan testimoni jauh lebih jarang (4 dari 12). Sampelnya adalah 12 halaman jasa yang tampil di hasil Google Indonesia, dan datanya dirinci di bagian berikutnya.
Urutan di tiap halaman sampel berbeda-beda. Susunan berikut adalah urutan yang kami sarankan, disusun dari unsur-unsur tadi, dari atas ke bawah:
- Judul yang mengulang apa yang dicari pengunjung, plus satu kalimat manfaat.
- Tombol ajakan pertama, paling sering WhatsApp.
- Daftar layanan atau keunggulan.
- Bukti: angka, foto kerja, atau kutipan pelanggan.
- Harga atau cara mendapat estimasi.
- Tanya jawab.
- Ajakan penutup yang mengulang tombol yang sama.
Seperti Apa Halaman Jasa yang Tampil di Google Indonesia?
Dari 12 halaman jasa yang tampil di halaman satu Google, semuanya punya menu navigasi ke halaman lain. Tidak ada satu pun yang skor Performance-nya hijau di PageSpeed Insights. Di sampel kami, halaman yang ranking untuk pencarian komersial berupa halaman layanan di dalam website penuh, bukan landing page murni.
Bagaimana Kami Mengumpulkan Datanya?
Pada 21 Oktober 2026 kami mencari enam kata kunci jasa di Google Indonesia melalui Serper. Kata kuncinya dari kategori berbeda: jasa sedot WC Surabaya, jasa pembuatan PT Jakarta, jasa renovasi rumah Bandung, les privat matematika Jakarta, jasa pasang CCTV Bekasi, dan jasa cuci karpet Jakarta. Untuk tiap pencarian kami mengambil dua halaman teratas milik bisnis, bukan Instagram, marketplace, direktori, atau media. Kami membaca teks tiap halaman, menghitung unsur-unsurnya, lalu mengukur kecepatan tampilan mobile di PageSpeed Insights. Daftar halaman yang diukur ada di bawah, lengkap dengan skornya.
Berapa Banyak yang Punya Menu, Harga, Testimoni, dan FAQ?
- Menu navigasi: 12 dari 12 punya, dengan jumlah item dari 4 sampai lebih dari 30. Satu halaman memuat sekitar 120 tautan kategori di menunya, sebagian bernama acak.
- Harga: 9 menampilkannya dengan jelas, 1 hanya sebagian (rentang biaya di tanya jawab), 2 tidak menampilkan angka.
- Kutipan testimoni yang terbaca: 4 dari 12. Dua halaman lain punya bagian testimoni yang isinya tidak terbaca oleh kami, kemungkinan berupa video.
- Tanya jawab (FAQ): 8 dari 12.
- Formulir: tidak ada yang menaruh formulir panjang langsung di halaman yang kami baca. Kontaknya lewat WhatsApp, telepon, atau formulir di halaman lain.
- Jumlah label tombol ajakan yang berbeda: hitungan kasar kami dari teks halaman berada di kisaran 4 sampai 5 label (median), dari nol sampai sekitar 12 label. Halaman dengan label paling banyak mengulang ajakannya lebih dari 15 kali.
Ada satu praktik yang menarik. Satu halaman jasa cuci karpet membuat tombol WhatsApp yang pesannya sudah berisi kerangka isian: alamat, jenis karpet, perkiraan ukuran, kondisi, dan perlu antar-jemput atau tidak. Itu menggantikan formulir tanpa membuat pengunjung berpindah halaman.
Seberapa Cepat Halaman-Halaman Itu?
Kami menjalankan PageSpeed Insights mode mobile (emulasi Moto G Power, Lighthouse 13.5.0) satu kali per halaman, pada 21 Oktober 2026 antara pukul 10.21 dan 10.44 WIB. Hasil untuk 12 halaman bisnis:
- Skor Performance: tidak ada yang hijau (90 ke atas). 8 oranye, 4 merah (di bawah 50). Skor terendah 26, tertinggi 87, median 62.
- Largest Contentful Paint (LCP): menurut warna penilaian PageSpeed Insights, 2 halaman hijau (keduanya 1,8 detik), 2 oranye, dan 8 merah. Median 6,6 detik, terlama 26,6 detik.
Satu catatan penting: halaman ruangguru.com/privat/matematika yang berada di peringkat 1 untuk pencariannya skornya hanya 30. Sampel sekecil ini tidak cukup untuk menyimpulkan hubungan antara kecepatan dan peringkat, jadi kami hanya melaporkan angkanya.

Halaman yang kami ukur, diurutkan dari skor tertinggi:
- sedotlimbahmurah.com/sedot-wc-surabaya-paling-laris-dan-murah/: Performance 87, LCP 3,2 detik
- sedotwcsurabayamurah.com: Performance 83, LCP 3,5 detik
- rabit.co.id/blog/jasa-pasang-cctv-bekasi/: Performance 77, LCP 1,8 detik
- jasacucikarpetaqilaclean.com: Performance 76, LCP 1,8 detik
- pusatlasbaja.com/product/jasa-pasang-cctv-bekasi/: Performance 69, LCP 5,1 detik
- lenus.id: Performance 67, LCP 6,5 detik
- kolegal.id/pembuatan-pt: Performance 57, LCP 6,7 detik
- mitrarenov.com/bandung/kontraktor-bangun-dan-renovasi-rumah-bandung: Performance 56, LCP 10,2 detik
- akhmarspesialiscucikarpet.com/jasa-cuci-karpet-jakarta-selatan/: Performance 46, LCP 18,4 detik
- halotutor.co.id/les-privat-jakarta-timur/: Performance 34, LCP 25,8 detik
- ruangguru.com/privat/matematika: Performance 30, LCP 21,2 detik
- bintorobuild.co.id/jasa-renovasi-rumah-di-bandung/: Performance 26, LCP 26,6 detik
Kami juga mengukur halaman layanan toko online milik kami sendiri (jadiweb.id/jasa-website-toko-online) dengan cara yang sama, sebagai baris ke-13: skor Performance 93, LCP 2,4 detik. Halaman itu tidak punya menu navigasi dan hanya memakai satu jenis tombol ajakan. Angka ini hasil satu kali pengukuran oleh kami sendiri, jadi jangan dibaca sebagai bukti bahwa pola tersebut lebih baik.

Contoh Susunan Landing Page yang Bisa Kamu Tiru
Susunan berikut kami rangkum dari pola 12 halaman tadi dan dari hal yang dinilai Google Ads, lalu disederhanakan. Semua contoh bisnisnya fiktif.

- Judul: ulangi apa yang dicari pengunjung. Contoh: "Cuci Karpet Panggilan di Jakarta Selatan".
- Satu tombol: beri label yang menyebut tindakannya, misalnya "Kirim Foto Karpet dan Cek Estimasi". Hindari label generik seperti "Klik di sini".
- Manfaat singkat: tiga poin, misalnya garansi, waktu pengerjaan, dan area layanan.
- Bukti: foto pekerjaan nyata atau kutipan pelanggan yang bisa dilacak. Jangan memakai angka klaim tanpa dasar.
- Harga atau estimasi: tampilkan rentang harga, atau jelaskan apa yang perlu dikirim untuk mendapat estimasi.
- Tanya jawab: empat sampai lima pertanyaan yang benar-benar sering ditanyakan.
- Ajakan penutup: ulangi tombol yang sama dengan yang ada di awal.
Contoh lain dengan pola yang sama: kursus bahasa Inggris (tombol "Jadwalkan Kelas Percobaan") dan katering nasi box (tombol "Kirim Jumlah Porsi dan Tanggal").
Apa Kesalahan Umum pada Landing Page?
Kesalahan paling umum adalah membuat halaman yang menawarkan terlalu banyak pilihan. Kesalahan lain, beberapa di antaranya selaras dengan faktor yang dinilai Google Ads:
- Terlalu banyak tautan dan menu. Google Ads memasukkan jumlah tautan di halaman sebagai bagian dari penilaian. Di sampel kami, 12 dari 12 halaman punya menu, dan satu di antaranya memuat sekitar 120 tautan kategori.
- Isi tidak sesuai dengan janji iklan atau pencarian. Pengunjung datang dengan harapan tertentu, dan halaman yang berbelok berisiko ditinggalkan.
- Lambat dan tidak nyaman di HP. Bantuan Google Ads menyarankan membuat website ramah HP dan memperbaiki kecepatan muat. Dalam sampel kami, 8 dari 12 halaman memiliki LCP berwarna merah.
- Tombol ajakan kabur. Label yang tidak menjelaskan apa yang terjadi setelah diklik membuat orang ragu.
- Tidak ada cara mengukur. Tanpa pelacakan konversi, kamu tidak tahu apakah perubahan halaman membantu atau tidak.
Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Landing Page?
Landing page diukur dengan tingkat konversi, yaitu jumlah tindakan yang berhasil dibagi jumlah kunjungan, dikali 100. Bantuan Google Ads menghitungnya dari jumlah konversi dibagi jumlah interaksi iklan yang bisa dilacak ke konversi, dengan contoh 50 konversi dari 1.000 interaksi menghasilkan 5%.
Contoh sederhana untuk halamanmu: 800 kunjungan dalam sebulan, 24 di antaranya mengklik tombol WhatsApp. Tingkat konversinya 24 dibagi 800, yaitu 3%. Syaratnya, kamu sudah menentukan sejak awal apa yang dihitung sebagai konversi, misalnya klik tombol WhatsApp atau pengiriman formulir.
Kami tidak menemukan angka konversi yang disebut "bagus" dan berlaku untuk semua bisnis di dokumentasi Google. Cara yang lebih aman adalah membandingkan halamanmu dengan dirinya sendiri sebelum dan sesudah perubahan. Bantuan Google Ads juga menyarankan memakai tingkat konversi sebagai indikator pengalaman halaman yang baik.
Bagaimana Cara Membuat Landing Page?
Landing page bisa dibuat dengan tiga cara yang sama seperti website biasa: menulis kode sendiri, memakai website builder atau CMS, atau meminta AI menulis kodenya. Perbandingannya ada di artikel apa itu website.
Dari sisi teknis, tidak ada yang istimewa: landing page hanyalah halaman web. Yang perlu kamu tentukan lebih dulu adalah tujuannya, satu tindakan yang diminta, dan dari mana pengunjung datang. Tulis dulu tiga hal itu sebelum memilih alat.
Satu keputusan lain: apakah halaman itu perlu muncul di Google. Halaman yang hanya dipakai untuk iklan boleh dikecualikan dari indeks. Halaman yang ingin ditemukan lewat pencarian perlu diindeks dan memuat isi yang menjawab pencarian, seperti dijelaskan di artikel apa itu SEO.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa bedanya landing page dan website?
Website adalah kumpulan halaman di bawah satu domain, sedangkan landing page adalah satu halaman di dalam atau di luar website itu yang dirancang untuk satu tindakan.
Apakah landing page harus berbayar?
Tidak. Kamu bisa membuatnya sebagai halaman di website yang sudah ada. Kalau memakai layanan gratis, periksa syaratnya, karena sebagian membatasi pemakaian komersial.
Apakah landing page bagus untuk SEO?
Landing page bisa muncul di Google kalau diindeks dan isinya relevan. Di sampel kami, semua halaman yang tampil di halaman satu punya menu dan isi teks yang panjang, jadi kami tidak menemukan bukti bahwa halaman minimalis lebih mudah ranking. Kami juga tidak menguji hubungan itu.
Seberapa panjang landing page yang ideal?
Kami tidak menemukan panjang ideal di dokumentasi Google. Di sampel kami panjangnya bervariasi dari sekitar 500 sampai lebih dari 5.000 kata menurut hitungan tool riset kami, dan satu halaman tidak terbaca utuh.
Berapa banyak tombol ajakan yang ideal?
Tidak ada angka baku. Yang konsisten dari data kami: halaman mengulang satu jenis tindakan, paling sering WhatsApp, di beberapa titik halaman.
Batasan Artikel Ini
- Sampel hanya 12 halaman bisnis dari enam pencarian pada satu hari (21 Oktober 2026), dipilih dari dua halaman teratas milik bisnis di tiap pencarian. Itu bukan sampel acak dan tidak mewakili semua jenis usaha.
- Satu halaman yang menolak dibaca oleh tool kami diganti dengan halaman di peringkat berikutnya, dan satu halaman lain dilewati karena isinya tidak terbaca. Hasil pencarian Google bisa berbeda antar lokasi dan waktu.
- Struktur halaman kami baca dari teksnya. Tampilan visual, elemen yang dirender JavaScript, dan video bisa terlewat, dan klasifikasi unsur kami lakukan sendiri.
- Hasil kecepatan berasal dari satu kali pengukuran per halaman di PageSpeed Insights (data lab dengan emulasi perangkat dan jaringan yang sengaja berat), bukan data pengguna nyata. Angka bisa bergeser antar pengukuran.
- Kami tidak menguji hubungan antara kecepatan, struktur halaman, dan peringkat di Google.
- Halaman kami sendiri ikut diukur oleh kami sendiri dengan kriteria yang sama.
- Tidak ada data konversi. Kami tidak mengukur halaman mana yang paling banyak menghasilkan pelanggan.
Sumber
Semua sumber diakses pada 21 Oktober 2026.
- Bantuan Google Ads, Landing page: Definition
- Bantuan Google Ads, Conversion rate: Definition
- Bantuan Google Ads, Five ways to use Quality Score to improve your performance
- Data sendiri: pengamatan struktur 12 halaman jasa dan satu halaman pembanding, serta pengukuran PageSpeed Insights mode mobile, 21 Oktober 2026. Hasil pencarian Google Indonesia melalui Serper.